Mengubah Yang Tidak Mungkin Menjadi Mungkin

im possible

Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita mengetahui cara melakukannya. Banyak hal yang awalnya dianggap oleh sebagian besar orang sebagai sesuatu yang tidak mungkin untuk dilakukan dikemudian hari ternyata bisa dilakukan. Dulu ketika pesawat terbang belum ada, manusia bisa terbang adalah sesuatu yang dianggap tidak mungkin, mendarat di bulan adalah sesuatu yang tidak mungkin, bisa ngobrol dengan orang di seberang pulau adalah sesuatu yang juga dianggap tidak mungkin sebelum teknologi telepon ditemukan.

Kita bisa mengubah ketidakmungkinan dengan kesungguhan. Sungguh-sungguh untuk terus berusaha, belajar, dan mencari cara yang tepat untuk untuk memecahkan kotak ketidakmungkinan menjadi sesuatu yang mungkin untuk dilakukan. Tumbuhkan rasa ingin tahu, latih otak kita agar terbiasa untuk berpikir, mencari solusi terhadap berbagai masalah yang terjadi, hadapi jangan lari. Dengan demikian kemampuan kita akan terus bertumbuh untuk dapat melakukan hal-hal besar, mencapai target, dan mencipta karya yang besar.

Cukuplah kisah-kisah penemuan besar sepanjang sejarah manusia menjadi contoh nyata untuk dapat kita jadikan sebagai pelajaran. Sejarah penemuan lampu listrik, telepon, pesawat terbang, dan penemuan besar di abad ini adalah contoh nyata bahwa apa yang belum dapat dilakukan saat ini bukan berarti tidak mungkin, tetapi lebih karena kita belum menemukan cara yang tepat untuk melakukannya.

Tetaplah optimis dan teruslah berusaha, selama apa yang Anda akan lakukan masih dalam konteks kemanusian, bukan dalam teritori Tuhan, semuanya mungkin dan bisa lakukan. Gunakan potensi yang diberikan oleh Tuhan dengan sebaik-baiknya sebagai bentuk syukur kita kepadaNya, semoga kita menjadi orang-orang yang beruntung. Selamat berjuang!

Setiap Anak Terlahir Cerdas dan Memiliki Potensi Menjadi Genius

albert einstein quotes

Yakinlah bahwa setiap orang itu terlahir cerdas, jenius. Tidak ada yang namanya bodoh turunan. Hanya kecerdasan setiap orang memang berbeda-beda. Di beberapa sekolah, mungkin kamu hanya bisa mendapatkan bahwa orang yang cerdas itu yang nilai akademisnya bagus. Matematika, Fisika, Kimia nya bagus. Sementara yang hebat dalam bidang Olah Raga, Seni, atau keagamaan, misalnya, mereka gak dibilang cerdas. Ini gak adil. Dan ini salah besar.

Seseorang gak bisa jadi juara dalam bidang olah raga kalau dia gak punya kecerdasan fisik. Seseorang gak bisa jadi juara dalam bidang seni kalau dia gak punya kecerdasan merasa atau kreatif. Seseorang gak bisa jadi juara pidato kalau dia gak punya kecerdasan berbicara.

Menurut kamu antara Prof. B J Habibie, dan Sule, lebih cerdas mana? Pasti bakal banyak yang menjawab Habibie lebih cerdas. Padahal, kedua-duanya sama-sama cerdas. Habibie memang cerdas dalam hal bikin pesawat terbang, sementara Sule jelas gak bisa bikin pesawat terbang, kecuali dari kertas, mungkin dia bisa. Tapi…. Coba bayangkan seandainya Habibie jadi pemain utama dalam acara OVJ di TV? Mati kutu! Habibie pasti gak bisa selucu Sule, dan pasti acaranya pun akan sangat membosankan.

So, Habibie cerdas dalam satu bidang, dan Sule pun cerdas dalam bidang lain. Kedua-duanya sama-sama cerdas.

Jadi, kalau kamu mendapati kenyataan bahwa hasil Tes IQ kamu “Jongkok”, jangan kecewa, bro! itu bukan akhir dunia. Tes IQ hanya menilai kecerdasan dalam satu sisi saja, yaitu kecerdasan otak kiri (logika, analitis, detil. Dll). Sementara jika kamu diciptakan oleh Allah memiliki kecerdasan yang dominan di otak kanan (kreatifitas, seni, inovasi, emosi, dll), maka pasti hasil Tes IQ nya gak bagus. Dan itu bukan aib. Biasa aja.

Sekali lagi, semua manusia itu cerdas, hanya bidangnya saja yang berbeda. Yang membuat seseorang menjadi bodoh, adalah, karena kecerdasan yang dia miliki tidak dikeluarkan, tidak dipakai, dan akhirnya berkarat. Bukan karena terlahir bodoh.

Achmad Faisal

Gaji Kecil Bukan Alasan Kinerja dan Performa Buruk

salary

Kinerja yang buruk adalah akibat dari mentalitas yang buruk bukan karena gaji kecil. Sekalipun gaji ditingkatkan berpuluh kali lipat kalau mentalitasnya tidak berubah tidak aka nada pengaruhnya. Gaji yang rendah sering dijadikan alas an untuk bekerja seenaknya, tapi saya berani katakana ini adalah omong kosong.

Kita lihat banyak pegawai rendah atau buruh pabrik dengan gaji lebih kecil bisa bekerja lebih keras, dating tepat waktu dan hanya istirahat di waktu istirahat. Banyak pegawai yang sudah punya jabatan tinggi dan gaji memadai tidak menunjukkan kinerja yang luar biasa. Bahkan masih tetap korupsi.

Sejak melamar kerja, kita sudah tahu apa pekerjaan kita dan berapa gajinya, jadi kalau kita terima harus sesuai komitmen. Jadi, dedikasi muncul bukan karena gaji tetapi karena tanggungjawab, ketika orang menerima pekerjaan dengan gaji rendah maka dia harus tetap konsekuen menjalankan tugasnya.

“Barangsiapa di antara kalian yang kami tugaskan untuk suatu pekerjaan (urusan), lalu dia menyembunyikan dari kami sebatang jarum atau lebih dari itu, maka itu adalah ghulul (harta korupsi) yang akan dibawa pada hari kiamat.” Hadist

“It’s not your salary that makes you rich,
it’s your spending habits.”
Bukan gaji yang membuatmu kaya
tetapi pola kebiasaan kamu memanfaatkan uang.
Charles A. Jaffe

Artikel ini diambil dari buku NO EXCUSE! Yang ditulis oleh Isa Alamsyah

Ukuran Kebahagiaan

wawan herdianto

Kita akan mendapatkan apa yang kita mau memperjuangkannya, ada harga yang harus dibayar untuk setiap kesuksesan yang kita raih. Tidak ada yang kebetulan. Ada sebab ada akibat, ada aksi ada reaksi, demikialah alam mengajarkan kepada kita, bahwa segela sesuatu yang kita lakukan mengandung konsekuensi, jika kita melakukan hal yang baik maka kebaikan itu akan kembali kepada kita, cepat atau lambat, menikmatinya di dunia atau di akhirat, yang jelas semuanya akan kembali kepada diri kita sendiri. Demikian pula sebaliknya, jika yang kita lakukan itu buruk maka keburukan itu akan kembali kepada kita.

Allah SWT dalam firmannya yang agung mengingatkan kepada kita, bahwa perbuatan baik dan buruk walau sebesar sebesar atom yang sangat kecil itu pasti akan di balas, semuanya tercatat dengan rapih dan kelak kita akan menerima catatan itu, catatan yang akan menjadi tanda tempat yang akan kita tinggali di alam keabadian, syurga ataukah nerakanya.

Mari kita berhenti sejenak dan memuhasabah diri kita, melihat kebelakang dalam langkah dan jauhnya perjalanan yang sudah kita tempuh, apakah semua sudah sesuai dengan kehendakNya?. Mari jujur menilai diri, lakukan evaluasi, kemudian kita memperbaiki diri agar kita menjadi orang orang yang beruntung. Jika jalan yang kita tempuh sudah benar mari lanjutkan perjalanan, namun jika salah, adalah bijak untuk kita merubah arah, belum terlambat untuk melakukannya selama jiwa masih berada dalam raganya yang fana.

Apa sebenarnya yang kita inginkan di dunia yang fana ini, apa yang kita ingin capai sebenarnya dengan kerja kerja kita? Apakah harta, jabatan, kekuasaan,… lalu jika semua itu sudah kita dapatkan apa lagi yang kita inginkan. Mari kita merenung dan bertanya pada hati kita yang murni, bukankah dari semua itu yang kita inginkan sebenarnya adalah apa yang kita sebut KEBAHAGIAAN, saya yakin kita sepakat sesungguhnya kebahagiaan hiduplah yang kita cari, semua kita ingin bahagia, inilah sebenarnya yang inginkan.

Kebahagiaan adalah sesuatu yang tidak bisa kita ukur dengan banyaknya harta, tingginya jabatan atau besarnya kekuasaan, kebahagiaan adalah anugrah yang diberikan kepada mereka yang menjalani hidupnya dengan benar. Maka kewajiban kita adalah menjadi benar, dan kebenaran itu memiliki ukuran, dan ukurannya satu saja, yaitu: apakah apa yang kita lakukan sudah sesuai dengan kehendakNya?.

Mari jadikan ukuran tersebut acuan standar dalam kita menjalani kehidupan. Mari menjadi benar. Mari menjadi pemimpin, orangtua, suami, istri, anak, sahabat, dan warga Negara yang benar. Mari berjuang untuk menjadi benar, menjadi apa yang dikehendakiNya. Semoga kita semua menjadi orang-orang yang berbahagia. “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami beri kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” – (QS 16:97)

Pesan Kehidupan Dari Aplikasi Ojek Online

pesan kehidupan dari aplikasi ojek online

Pernahkah Anda menggunakan layanan ojek online? Tahukah Anda bahwa dari aplikasi tersebut kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran yang dapat kita aplikasikan dalam kehidupan? Saat Anda memesan layanan ojek online, misalnya GoJek, ketika Anda membuka aplikasinya Anda akan disuguhnya sebuah pertanyaaan “Mau ke mana hari ini?”, Anda diminta untuk menentukan lokasi tujuan yang ingin Anda capai, selanjutnya, Anda juga diminta untuk menentukan lokasi dimana Anda akan dijemput.

Setelah lokasi tujuan dan titik penjemputan Anda tentukan lalu mengklik tombol pesan, akan muncul peta yang menunjukkan rute perjalanan yang akan Anda tempuh, nama driver dan biaya yang harus Anda bayarkan. Selanjtnya, Anda tinggal menunggu beberapa saat Abang Gojek menjemput Anda.

Apa hikmah yang bisa kita ambil? Sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut izinkan saya bertanya kepada Anda, Apa yang akan terjadi jika Anda tidak menentukan lokasi yang akan Anda tuju? Apa yang akan terjadi jika Anda tidak menentukan titik penjemputannya?. Anda pasti tahu jawabannya.

Dari aplikasi ojek online ini kita bisa belajar dua hal. Pertama, bahwa hidup ini harus memiliki tujuan yang jelas/Clear Vision, Anda harus benar benar tahu apa yang ingin anda capai satu, lima, sepuluh tahun kedepan, ingin seperti apa Anda dimasa depan, di dunia dan akhirat. Kedua, Anda juga harus tahu dimana posisi Anda sekarang, potensi apa yang Anda miliki, kekuatan dan kelemahan yang Anda punya, kemampuan apa yang harus Anda kembangkan untuk mencapai tujuan Anda.

Kedua hal tersebut akan memudahkan Anda membuat strategi yang tepat serta menentukan arah dan rute terbaik yang akan Anda lalui. Tapi ingat, Anda juga harus mau mebayar harganya dengan usaha dan pengorbanan, waktu, pikiran, tenaga dan dana. So, Sudahkan Anda menentukan Tujuan Hidup (Vision) yang ingin anda capai?. Selamat berjuang!

Setiap Orang Yang Berhasil Pasti Pernah Gagal

Setiap orang yang berhasil pasti pernah gagal, tetapi tidak pernah menganggap dirinya sebagai orang yang gagal. Kegagalan adalah kesempatan untuk memulai kembali dengan lebih baik.

Sebagai contoh, Wolfgang Mozart, salah satu penggubah musik genius pernah dikritik oleh Kaisar Ferdinand yang menganggap operanya yang berjudul The Mariage of Vigaro “terlalu bising” dan mengandung “terlalu banyak not”. Pelukis Vincent van Gogh yang lukisannya mencapai rekor tertinggi dalam nilai penjualan, hanya brhasil menjual satu lukisan selama umur hidupnya.

thomas edison
Thomas Edison

Contoh lainnya, Thomas Edison, penemu yang paling banyak membuahkan hasil dalam sejarah, pernah dinggap sebagai anak remaja yang sulit diajar. Begitu juga dengan Albert Einstein, pemikir besar di zaman kita, pernah diberitahu oleh seorang kepala sekolah di Munich bahwa ia “tidak akan menjadi orang yang berarti”.

Mantan presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln pun punya daftar panjang kegagalan. Gagal dalam bisnis, berulang kali juga gagal terpilih menjadi anggota kongres dan senat. Hingga pada akhirnya, di tahun 1860 ia terpilih sebagai presiden ke-16 Amerika Serikat dan menjadi salah satu presiden tersukses dalam sejarah negara itu.

quotes sbyPada akhirnya, tidak jadi masalah, kapan dan di mana Anda pernah gagal atau berapa banyak kesalahan yang Anda buat. Saat menghadapi semua kesulitan, penolakan dan kegagalan itu, tetaplah percaya diri dan menolak menganggap diri sebagai orang gagal. BIARKAN SIKAP POSITIF ANDA YANG MENENTUKAN CARA ANDA MEMANDANG DIRI, BUKAN KEADAAN SEKITAR ATAU MASA LALU ANDA.