Training Capacity Building Bagi Pengelola, Kader BKB dan PLKB BKKBN Lampung

outbound bkkbn

Keberadaan suatu organisasi sangat didukung adanya tiga pilar utama agar dapat berjalan dengan baik. Tiga pilar itu terdiri dari keberadaan SDM yang baik, sistem penataan organisasi yang baik, serta proses bisnis yang biasanya dianggap sebagai target capaian organisasi dalam visi-misi.

Aspek Sumber Daya Manusia (SDM) baik dari sisi kuantitas maupun kualitas dapat dilihat dari sisi knowledge, skill, dan attitude. Dari sini tentu dapat difahami bahwa capacity building adalah proses meningkatkankemampuan pengetahuan dan keterampilan, serta sikap dan perilaku.

teambuildingHarus disadari bahwa berkembang tidaknya suatu organisasi sangat dipengaruhi adanya kepedulian dan kualitas SDM dalam menggerakkan organisasi. Dengan demikian, proses peningkatan kapasitas (capacity building) dan pembangunan karakter (caracter building) SDM menjadi hal yang mutlak dilakukan.

Dalam proses peningkatan kapasitas tentu dapat dilakukan dengan beragam cara, baik melalui pendidikan dan pelatihan (Diklat) berbasis kompetensi, pembinaan pola karir yang jelas, tugas belajar, dan outbond atau pola permainan, yang kesemuanya itu untuk meningkatkan performa SDM organisasi dalam menjalankan tugasnya. Oleh karenanya, pengembangan kapasitas sangat terkait dengan kemampuan SDM, kemampuan institusi, dan kemampuan sistem organisasi.

Dalam rangka peningkatan kapasitas (Capacity Building) Sumber Daya Manusia, BKKBN Provinsi Lampung bekerjasama dengan tim trainer TRUSTCO Bina Nusantara menyelenggarakan agenda Training Capacity Building bagi pengelola, kader BKB dan PLKB di lingkungan BKKBN provinsi lampung, 3-5 Agustus 2017 di Tanjung Putus, Lampung.

Training Service Excellent Karyawan RSUD Abdul Moeloek

Training Service Excellent

Service Excellence merupakan salah satu kompenen penting yang harus dijalankan oleh semua perusahaan atau organisasi supaya tetap bertahan di tengah persaingan global saat ini. Service Excellence hanya bagian kecil dari sistem manajemen perusahaan yang kompleks, tetapi apabila dijalankan dengan pemahaman yang benar dan tujuan yang mulia maka akan memberikan sesuatu yang dahsyat untuk setiap perusahaan atau organisasi yang bergerak dalam bidang jasa/ layanan publik.

Pelayanan Prima (Excellent Service) menurut pengertian “ Pelayanan”, yang berarti “usaha melayani kebutuhan orang lain” atau dari pengertian ”melayani “ yang berarti ”membantu menyiapkan (mengurus) apa yang diperlukan seseorang”. Dengan Prima atau excellent yang berarti bermutu tinggi dan memuaskan.

pelatihan service excellentPelayanan Prima di Rumah Sakit adalah pelayanan terbaik yang diberikan oleh karyawan RS untuk memenuhi/bahkan melampaui harapan pengguna jasa rumah sakit. Dimana harapan ini ditentukan oleh pengalaman masa lalu terhadap jasa atau produk yang pernah digunakan, Informasi layanan yang diterima dari berbagai sumber atau janji-janji dan faktor internal dari pengguna jasa yaitu dari pengguna jasa rumah sakit sendiri.

Dibutuhkan karyawan yang mampu memberikan pelayanan prima atau sering disebut Service Excellence. Pengetahuan atau ketrampilan dalam melayani dapat dibangun dengan melakukan pelatihan SDM di masing-masing institusi sehingga tujuan dari pelayanan prima dapat terwujud dalam bentuk kepuasan pelanggan. Namun kualitas prima tidak bisa secara otomatis dapat langsung berjalan di suatu organisasi apa bila tidak dimulai, tidak diberi pupuk, dan tidak dijadikan budaya organisasi tersebut.

Untuk memberikan layanan prima (service excellent) maka seluruh jajaran dalam organisasi, dari top management hingga ke lapis bawah harus memiliki nafas yang sama, nafas kualitas pelayanan prima. Karena itulah rumah sakit perlu untuk memberikan pemahaman dan pelatihan terhadap seluruh karyawan di rumah sakit tentang service excellent sehingga kepuasan pasien meningkat.

pelayanan prima
In House Training Service Excellent Bagi Karyawan Front Office RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung

Training Budaya Kerja Profesional Dirjen Sumber Daya Air

Training Budaya Kerja PUPR

Budaya kerja dipahamkan sebagai Culture set. Secara sederhana budaya kerja diartikan sebagai cara pandang seseorang dalam memberi makna terhadap “kerja”. Dengan demikian budaya kerja diartikan sebagai sikap dan perilaku individu dan kelompok yang didasari atas nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan telah menjadi sifat serta kebiasaan dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan sehari-hari.

Pada prakteknya, budaya kerja diturunkan dari budaya organisasi. Budaya kerja merupakan suatu komitmen organisasi, dalam upaya membangun sumber daya manusia, proses kerja, dan hasil kerja yang lebih baik.Budaya Kerja profesional adalah bekerja atas dasar visi, pengetahuan dan kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab. Profesional mengandung makna: kompeten, visioner, kreatif, berwawasan, berkualitas, dan evaluatif.

“Negara dan perusahaan yang maju semuanya memiliki SDM dengan budaya yang unggul, sehingga mereka menghasilkan produktivitas dan karya yang berkualitas serta berdaya saing”. Foto: Training Budaya Kerja Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung. Tabek Indah Resort, Natar, Lampung Selatan 28 Oktober 2016

Training Motivasi Peningkatan Kinerja Pegawai Kemenag Provinsi Lampung

Training Motivasi Kemenag Provinsi Lampung

Motivasi dalam bekerja dapat berangsur-angsur menghilang di tengah tumpukan beban pekerjaan yang tinggi. Semangat kerja yang rendah akan berdampak pada kinerja pegawai yang semakin memburuk, produktivitas yang semakin rendah, dan pada akhirnya akan menghambat tercapainya tujuan organisasi atau perusahaan.

Pegawai adalah aset yang harus dirawat dan diperhatikan dengan baik. Memiliki pegawai yang termotivasi untuk bekerja dengan nilai-nilai positif dan produktif adalah penting untuk kesuksesan organisasi dan bisnis Anda.

Bila pegawai kehilangan motivasi kerja, kinerja pekerjaan mereka akan turun dan menjadi kurang produktif. Hal ini berdampak buruk pada proses kerja, pelayanan dan pencapaian kinerja. Perusahaan atau instansi yang mengabaikan persoalan motivasi karyawan pasti akan membayar harga yang mahal dalam semua aspek organisasi dan bisnis.

Sangat penting untuk membangun landasan yang kokoh bagi peningkatan motivasi pegawai. Motivasi kerja yang tinggi meningkatkan tata kelola organisasi yang baik, dan juga menciptakan rutinitas yang terfokus pada pencapaian prestasi dan kinerja. Disamping itu, pegawai yang termotivasi selalu memiliki gairah dan semangat yang tinggi untuk mempengaruhi suasana kantor menjadi lebih proaktif dalam menuntaskan tanggung jawab, dan menemukan solusi untuk setiap masalah yang muncul.

Dalam rangka meningkatkan motivasi kerja bagi pegawai dilingkungan Kementerian Agama Provinsi Lampung Saya bersama Tim TRUSTCO Bina Nusantara menjadi narasumber dan fasilitor kegiatan Training Motivasi Peningkatan Kinerja Tenaga Penyusun Rencana Kerja  Kemenag Provinsi Lampung.

Peserta training motivasi adalah para pegawai utusan dari berbagai instansi yang berada di bawah naungan Kemenag Provinsi Lampung. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk indoor training dan outdoor training /outbound selama 2 hari di taman wisatalembah hijau, lampung