Teknik Mendengarkan Aktif dalam Komunikasi

Pada tulisan saya yang berjudul 3 Keterampilan Komunikasi Pemimpin Hebat saya menuliskan bahwa ada tiga keterampilan komunikasi yang wajib dimiliki, perlu dilatih dan dikembangkan agar kita memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik dan efektif. Salah satu keterampilan komunikasi tersebut adalah Keterampilan mendengarkan aktif (Active Listening).

Active listening merupakan salah satu keterampilan sangat penting yang harus Anda miliki. Keterampilan tersebut akan membantu Anda meningkatkan efektifitas pekerjaan, produktivitas, kualitas hubungan, memecahkan masalah, memastikan pemahaman, menyelesaikan konflik, dan meningkatkan akurasi informasi yang Anda terima. “The art of effective listening is essential to clear communication, and clear communication is necessary to management success”. James Cash Penney.

Setidaknya ada lima teknik yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan dan mengembangkan keterampilan mendengarkan aktif (active listening) Anda, yaitu:

1. Berikan Perhatian Sepenuhnya

perhatian penuh saat komunikasiUntuk benar-benar mendengarkan orang lain, hati dan pikiran kita harus sepenuhnya berada dalam masa sekarang (being present), bukan berada pada masa lampau atau masa yang akan datang. Pusatkan perhatian Anda sepenuhnya pada pembicara, jangan sampai perhatian Anda terbagi.

Perhatikan bahasa verbal dan non verbalnya (bahasa tubuh) pembicara. Hadapkan bahu dan kepala Anda kepada orang yang berbicara, posisi tubuh saling berhadapan menunjukkan bahwa Anda mau mendengarkan, melibatkan diri, dan berkomunikasi.

Singkirkan segala sesuatu di sekitar kita yang dapat menganggu konsentrasi selama mendengarkan. Sebagai contoh, mengatur mode silent atau menonaktifkan handphone, mematikan laptop, dan hal-hal lain yang bisa menimbulkan gangguan selama mendengarkan. Bila Anda sedang melakukan sesuatu, berhentilah. Fokus dan perhatian secara utuh pada pembicara. Jangan melakukan aktvitas lain ketika sedang mendengarkan orang lain.

2. Tunjukkan Keseriusan Anda Mendengarkan

komunikasiKeseriusan kita dalam mendengarkan akan tampak dari bahasa tubuh kita. Saat mendengarkan Beri anggukan sesekali, Beri senyuman atau ekspresi wajah lainnya yang sesuai, Condongkan badan agak ke depan, letakkan tangan Anda secara terbuka (jangan bersendekap) dan jangan sembunyikan tangan Anda (di bawah meja/di saku celana).

Dorong pembicara untuk melanjutkan perkataannya dengan memberinya sedikit komentar verbal seperti ‘iya’ atau ‘he eh’ (pastikan momennya tepat. jangan sampai memotong kata-katanya, atau diberikan terlalu sering karena bisa jadi mengindikasikan sebaliknya, Anda tidak berniat & berminat mendengarkannya)

3. Berikan Umpan Balik

Filter, asumsi, penilaian, dan keyakinan pribadi kita dapat mengubah apa yang Anda dengar. Sebagai pendengar, peran Anda adalah memahami apa yang dikatakan. Ini mungkin mengharuskan Anda untuk merenungkan apa yang dikatakan dan mengajukan pertanyaan bila ada yang belum Anda pahami atau memerlukan penjelasan lebih lanjut. Ajukan pertanyaan untuk mengklarifikasi poin-poin tertentu. “Apa maksudmu ketika kamu mengatakan …” “Apakah ini yang kamu maksud?”

4. Mendengarkan tanpa ada penghakiman

listeningDalam mendengarkan terkadang kita merasa perlu memberikan penilaian atau judgment, tetapi hal itu tidak selalu berlaku. Terkadang orang-orang yang sedang berbicara pada kita tidak selalu menginginkan penilaian, pendapat, maupun solusi dari kita. Mereka hanya butuh pendengar yang penuh dengan perhatian dan empati.

Mereka berharap bahwa kita sebagai pendengar memahami sudut pandangnya terhadap sesuatu dan berempati terhadap hal itu. Bukan mendengarkan dengan kesiapan dan bahasa tubuh untuk menimpali atau menggurui. Sisihkan dulu ego dan arogansi yang kita punya. Perhatikan dan pahami apa yang sedang mereka coba sampaikan, tanpa perlu penilaian dan penghakiman pribadi.

Jangan menyela atau memotong pembicaraaan. Biarkan pembicara menyelesaikan setiap poin yang ingin disampaikannya sebelum Anda memberi umpan balik/pertanyaan. Menyela atau memotong pembicaraan dapat membuat pembicara kesal dan dapat menghalangi pemahaman yang menyeluruh mengenai pesan yang disampaikan.

5. Beri Respon Sewajarnya

Mendengar aktif adalah sebuah cara untuk memahami dan menghargai. Kita mengumpulkan informasi dan sudut pandang dari pembicara. Oleh karenanya, jangan sampai kita menyerang pembicara atau membuatnya merasa direndahkan. Terbuka dan jujurlah dalam memberi respon, sampaikan pendapat dengan penuh hormat dan hati-hati, hargai dan perlakukan kawan bicara dengan baik

Mendengarkan tidak hanya sebatas mendengar suara orang lain, tetapi menangkap makna dan pesan yang disampaikan oleh orang tersebut. Mendengarkan dengan penuh perhatian sangat penting untuk kita bisa memahami dan menghargai sudut pandang orang lain terhadap suatu persoalan. Dengan begitu, kita akan lebih mudah menghadirkan empati serta kebijaksanaan dalam diri kita.

Mendengarkan sudah seharusnya kita lakukan dengan penuh kesadaran dan perhatian untuk dapat memahami mereka yang berbicara kepada kita. Yakinkan bahwa kita benar-benar peduli dan bukan hanya sekadar ingin tahu. Semoga teknik mendengarkan aktif ini dapat membantu kita menjadi komunikator yang lebih baik. Salam Sukses!

3 Keterampilan Komunikasi Pemimpin Hebat

Stehen R. Covey dalam bukunya the 7 Habits Highly Effective People mengatakan bahwa komunikasi merupakan keterampilan paling penting dalam kehidupan. Kita mengahabiskan sebagian besar waktu kita untuk berkomunikasi. Kita mungkin sepakat bahwa betapapun berbakatnya seseorang, betapapun bagusnya sebuah ide dan betapapun unggulnya sebuah produk yang Anda miliki tidak akan berarti jika Anda tidak mampu mengkomunikasikannya dengan baik.

Siapapun Anda, apapun profesi dan jabatan yang Anda miliki keterampilan komunikasi yang baik wajib Anda miliki. Keterampilan komunikasi merupakan keterampilan hidup yang harus dikuasai oleh siapapun yang ingin meraih kesuksesan. Bagi seorang pemimpin, komunikasi adalah alat untuk membangun ikatan yang kuat dengan orang-orang yang dipimpinnya, memberikan inspirasi, dan meningkatkan motivasi bukan hanya untuk menyampaikan informasi. Komunikasi sangat penting untuk membangun keselarsan gerak tim dan melaksanakan strategi.

Para pemimpin besar memberikan motivasi, dorongan, dan inspirasi. Mereka juga melatih orang, berbagi ide baru dan bernegosiasi. Semua Kegiatan ini memiliki satu kesamaan, semuanya membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik. Berikut ini ada tiga keterampilan komunikasi yang dapat Anda praktekkan untuk membangun atau mengembangkan keterampilan komunikasi Anda, yaitu:

1. Keterampilan mendengarkan aktif (Active Listening)

keterampilan active listeningPemimpin yang efektif adalah pendengar yang baik. S.R Levine & M.A. Crom dalam buku The Leader in You: How to Win Friends, Influence People, And Succeed in A Changing World menulis bahwa keterampilan “mendengarkan” adalah keterampilan yang paling penting dari semua keterampilan berkomunikasi yang ada. Tuhan memberikan kita dua buah telinga, namun hanya satu lidah, ini merupakan petunjuk bahwa kita harus lebih banyak mendengarkan daripada berbicara.

Mendengarkan merupakan salah satu karakteristik pemimpin yang melayani. Mendengarkan merupakan metode untuk menerima pesan, dengan itu kita akan memperoleh cukup informasi untuk membuat keputusan. Dengan menjadi pendengar yang baik kita akan memperoleh pemahaman atas pesan-pesan yang dikomunikasikan kepada kita oleh lawan bicara kita. Dengan mendengarkan secara aktif kita akan mendapatkan respek dan disukai oleh orang orang yang kita pimpin. “The most basic of all human needs is the need to understand and be understood. The best way to understand people is to listen to them”. Ralph Nichols

2. Keterampilan Komunikasi Verbal dan non Verbal

kkomunikasi verbal dan nonverbalKomunikasi verbal adalah komunikasi yang disampaikan dengan cara tertulis atau lisan. Komunikasi verbal menempati porsi yang besar dalam komunikasi karena pada kenyataannya ide, pemikiran atau keputusan disampaikan secara verbal. Komunikasi non verbal adalah komunikasi yang disampaikan dengan menggunakan bahasa tubuh atau body language.

Bentuk komunikasi non verbal di antaranya adalah bahasa isyarat, ekspresi wajah, symbol, penampilan, warna dan intonasi suara. Komunikasi non verbal memberikan pengaruh yang sangat kuat terhadap komunikasi verbal Anda. Orang akan mengetahui apakah anda peduli, berempati, berbohong, atau respek hanya dengan melihat bahasa tubuh (body language) Anda. Untuk mencapai tujuan komunikasi yang positif pastikan kata kata dan bahasa tubuh Anda selaras dan positif.

3. Keterampilan Bertanya

keterampilan bertanyaMenurut Marshal Goldsmith, seorang ahli di bidang kepemimpinan dan manajemen asal Amerika Serikat,pemimpin yang efektif adalah seseorang yang konsisten mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan umpan balik dan meminta timnya menemukan ide ide baru. Seorang pemimpin perlu senantiasa menstimulasi timnya untuk mendapatkan ide, pendapat, dan saran yang berarti. Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh seorang pemimpin, mulai dari survey kepuasan karyawan,kontak telpon, email, dan tentunya dialog tatap muka.

Mulailah menahan diri agar tidak selalu memberikan jawaban. Sebaliknya biasakan mengajukan pertanyaan pertanyaan terbuka untuk membantu anggota tim agar mampu mengatikulasikan tujuan mereka dan menantang mereka menemukan solusinya sendiri. Dengan demikian, Anda bukan lagi sebagai seorang yang dominan, tetapi lebih menjadi pemimpin yang dekat dan dapat diajak bicara, serta mengatalisasi anggota tim untuk selalu berkembang.

Tiga keterampilan komunikasi tersebut wajib Anda dimiliki, jika Anda belum memilikinya atau menguasainya dengan baik tak usah berkecil hati, cukup luangkan waktu setiap hari untuk belajar, membaca, dan berlatih keterampilan komunikasi tersebut. Dengan terus berlatih Anda pasti akan menguasainya dengan baik.

Terimakasih telah membaca artikel ini sampai selesai, jika Ada pertanyaan atau masukan terkait artikel ini silahkan Anda tuliskan di kolom komentar yang tersedia di bagian bawah artikel ini. Semoga bermanfaat