Ukuran Kebahagiaan

0 50

Kita akan mendapatkan apa yang kita mau memperjuangkannya, ada harga yang harus dibayar untuk setiap kesuksesan yang kita raih. Tidak ada yang kebetulan. Ada sebab ada akibat, ada aksi ada reaksi, demikialah alam mengajarkan kepada kita, bahwa segela sesuatu yang kita lakukan mengandung konsekuensi, jika kita melakukan hal yang baik maka kebaikan itu akan kembali kepada kita, cepat atau lambat, menikmatinya di dunia atau di akhirat, yang jelas semuanya akan kembali kepada diri kita sendiri. Demikian pula sebaliknya, jika yang kita lakukan itu buruk maka keburukan itu akan kembali kepada kita.

Allah SWT dalam firmannya yang agung mengingatkan kepada kita, bahwa perbuatan baik dan buruk walau sebesar sebesar atom yang sangat kecil itu pasti akan di balas, semuanya tercatat dengan rapih dan kelak kita akan menerima catatan itu, catatan yang akan menjadi tanda tempat yang akan kita tinggali di alam keabadian, syurga ataukah nerakanya.

Mari kita berhenti sejenak dan memuhasabah diri kita, melihat kebelakang dalam langkah dan jauhnya perjalanan yang sudah kita tempuh, apakah semua sudah sesuai dengan kehendakNya?. Mari jujur menilai diri, lakukan evaluasi, kemudian kita memperbaiki diri agar kita menjadi orang orang yang beruntung. Jika jalan yang kita tempuh sudah benar mari lanjutkan perjalanan, namun jika salah, adalah bijak untuk kita merubah arah, belum terlambat untuk melakukannya selama jiwa masih berada dalam raganya yang fana.

Apa sebenarnya yang kita inginkan di dunia yang fana ini, apa yang kita ingin capai sebenarnya dengan kerja kerja kita? Apakah harta, jabatan, kekuasaan,… lalu jika semua itu sudah kita dapatkan apa lagi yang kita inginkan. Mari kita merenung dan bertanya pada hati kita yang murni, bukankah dari semua itu yang kita inginkan sebenarnya adalah apa yang kita sebut KEBAHAGIAAN, saya yakin kita sepakat sesungguhnya kebahagiaan hiduplah yang kita cari, semua kita ingin bahagia, inilah sebenarnya yang inginkan.

Kebahagiaan adalah sesuatu yang tidak bisa kita ukur dengan banyaknya harta, tingginya jabatan atau besarnya kekuasaan, kebahagiaan adalah anugrah yang diberikan kepada mereka yang menjalani hidupnya dengan benar. Maka kewajiban kita adalah menjadi benar, dan kebenaran itu memiliki ukuran, dan ukurannya satu saja, yaitu: apakah apa yang kita lakukan sudah sesuai dengan kehendakNya?.

Mari jadikan ukuran tersebut acuan standar dalam kita menjalani kehidupan. Mari menjadi benar. Mari menjadi pemimpin, orangtua, suami, istri, anak, sahabat, dan warga Negara yang benar. Mari berjuang untuk menjadi benar, menjadi apa yang dikehendakiNya. Semoga kita semua menjadi orang-orang yang berbahagia. “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami beri kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” – (QS 16:97)

Leave A Reply

Your email address will not be published.