Mengubah Yang Tidak Mungkin Menjadi Mungkin

Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita mengetahui cara melakukannya. Banyak hal yang awalnya dianggap oleh sebagian besar orang sebagai sesuatu yang tidak mungkin untuk dilakukan dikemudian hari ternyata bisa dilakukan. Dulu ketika pesawat terbang belum ada, manusia bisa terbang adalah sesuatu yang dianggap tidak mungkin, mendarat di bulan adalah sesuatu yang tidak mungkin, bisa ngobrol dengan orang di seberang pulau adalah sesuatu yang juga dianggap tidak mungkin sebelum teknologi telepon ditemukan.

Kita bisa mengubah ketidakmungkinan dengan kesungguhan. Sungguh-sungguh untuk terus berusaha, belajar, dan mencari cara yang tepat untuk untuk memecahkan kotak ketidakmungkinan menjadi sesuatu yang mungkin untuk dilakukan. Tumbuhkan rasa ingin tahu, latih otak kita agar terbiasa untuk berpikir, mencari solusi terhadap berbagai masalah yang terjadi, hadapi jangan lari. Dengan demikian kemampuan kita akan terus bertumbuh untuk dapat melakukan hal-hal besar, mencapai target, dan mencipta karya yang besar.

Cukuplah kisah-kisah penemuan besar sepanjang sejarah manusia menjadi contoh nyata untuk dapat kita jadikan sebagai pelajaran. Sejarah penemuan lampu listrik, telepon, pesawat terbang, dan penemuan besar di abad ini adalah contoh nyata bahwa apa yang belum dapat dilakukan saat ini bukan berarti tidak mungkin, tetapi lebih karena kita belum menemukan cara yang tepat untuk melakukannya.

Tetaplah optimis dan teruslah berusaha, selama apa yang Anda akan lakukan masih dalam konteks kemanusian, bukan dalam teritori Tuhan, semuanya mungkin dan bisa lakukan. Gunakan potensi yang diberikan oleh Tuhan dengan sebaik-baiknya sebagai bentuk syukur kita kepadaNya, semoga kita menjadi orang-orang yang beruntung. Selamat berjuang!

Setiap Anak Terlahir Cerdas dan Memiliki Potensi Menjadi Genius

Yakinlah bahwa setiap orang itu terlahir cerdas, jenius. Tidak ada yang namanya bodoh turunan. Hanya kecerdasan setiap orang memang berbeda-beda. Di beberapa sekolah, mungkin kamu hanya bisa mendapatkan bahwa orang yang cerdas itu yang nilai akademisnya bagus. Matematika, Fisika, Kimia nya bagus. Sementara yang hebat dalam bidang Olah Raga, Seni, atau keagamaan, misalnya, mereka gak dibilang cerdas. Ini gak adil. Dan ini salah besar.

Seseorang gak bisa jadi juara dalam bidang olah raga kalau dia gak punya kecerdasan fisik. Seseorang gak bisa jadi juara dalam bidang seni kalau dia gak punya kecerdasan merasa atau kreatif. Seseorang gak bisa jadi juara pidato kalau dia gak punya kecerdasan berbicara.

Menurut kamu antara Prof. B J Habibie, dan Sule, lebih cerdas mana? Pasti bakal banyak yang menjawab Habibie lebih cerdas. Padahal, kedua-duanya sama-sama cerdas. Habibie memang cerdas dalam hal bikin pesawat terbang, sementara Sule jelas gak bisa bikin pesawat terbang, kecuali dari kertas, mungkin dia bisa. Tapi…. Coba bayangkan seandainya Habibie jadi pemain utama dalam acara OVJ di TV? Mati kutu! Habibie pasti gak bisa selucu Sule, dan pasti acaranya pun akan sangat membosankan.

So, Habibie cerdas dalam satu bidang, dan Sule pun cerdas dalam bidang lain. Kedua-duanya sama-sama cerdas.

Jadi, kalau kamu mendapati kenyataan bahwa hasil Tes IQ kamu “Jongkok”, jangan kecewa, bro! itu bukan akhir dunia. Tes IQ hanya menilai kecerdasan dalam satu sisi saja, yaitu kecerdasan otak kiri (logika, analitis, detil. Dll). Sementara jika kamu diciptakan oleh Allah memiliki kecerdasan yang dominan di otak kanan (kreatifitas, seni, inovasi, emosi, dll), maka pasti hasil Tes IQ nya gak bagus. Dan itu bukan aib. Biasa aja.

Sekali lagi, semua manusia itu cerdas, hanya bidangnya saja yang berbeda. Yang membuat seseorang menjadi bodoh, adalah, karena kecerdasan yang dia miliki tidak dikeluarkan, tidak dipakai, dan akhirnya berkarat. Bukan karena terlahir bodoh.

Achmad Faisal

Gaji Kecil Bukan Alasan Kinerja dan Performa Buruk

Kinerja yang buruk adalah akibat dari mentalitas yang buruk bukan karena gaji kecil. Sekalipun gaji ditingkatkan berpuluh kali lipat kalau mentalitasnya tidak berubah tidak aka nada pengaruhnya. Gaji yang rendah sering dijadikan alas an untuk bekerja seenaknya, tapi saya berani katakana ini adalah omong kosong.

Kita lihat banyak pegawai rendah atau buruh pabrik dengan gaji lebih kecil bisa bekerja lebih keras, dating tepat waktu dan hanya istirahat di waktu istirahat. Banyak pegawai yang sudah punya jabatan tinggi dan gaji memadai tidak menunjukkan kinerja yang luar biasa. Bahkan masih tetap korupsi.

Sejak melamar kerja, kita sudah tahu apa pekerjaan kita dan berapa gajinya, jadi kalau kita terima harus sesuai komitmen. Jadi, dedikasi muncul bukan karena gaji tetapi karena tanggungjawab, ketika orang menerima pekerjaan dengan gaji rendah maka dia harus tetap konsekuen menjalankan tugasnya.

“Barangsiapa di antara kalian yang kami tugaskan untuk suatu pekerjaan (urusan), lalu dia menyembunyikan dari kami sebatang jarum atau lebih dari itu, maka itu adalah ghulul (harta korupsi) yang akan dibawa pada hari kiamat.” Hadist

“It’s not your salary that makes you rich,
it’s your spending habits.”
Bukan gaji yang membuatmu kaya
tetapi pola kebiasaan kamu memanfaatkan uang.
Charles A. Jaffe

Artikel ini diambil dari buku NO EXCUSE! Yang ditulis oleh Isa Alamsyah

Membangun Team Yang Hebat

Team yang hebat adalah team yang bisa mencapai target yang diberikan dengan proses yang berkualitas. Untuk membangun team yang hebat seorang pemimpin harus mampu mengeluarkan potensi terbaik dari setiap anggota teamnya. Potensi terbaik masing masing Anggota team akan muncul jika pemimpin mampu membangkitkan motivasi serta menumbuhkan semangat juang anggota untuk memberikan kontribusi terbaik dalam mewujudkan target target yang telah ditetapkan.

Motivasi dan semangat juang anggota akan tumbuh jika mereka merasa terlibat, memiliki, dan tahu dengan jelas apa yang ingin dicapai, manfaat apa yang akan mereka dapatkan jika mereka berhasil mencapainya, serta konsekuensi yang akan terjadi jika mereka gagal meraihnya. Motivasi yang teambul dari anggota team haruslah tumbuh dari kesadaran pribadinya (motivasi Internal), motivasi yang timbul dari kesadaran pribadi ini memiliki daya dorong yang lebih kuat dan hebat dibanding motivasi yang berasal dari luar dirinya (motivasi eksternal).

Setidaknya ada 3 hal yang dapat dilakukan seorang pemimpin untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi terbentuknya team yang hebat dan memiliki motivasi tinggi, yaitu dengan menumbuhkan : inovasi, kolaborasi, dan komunikasi yang efektif.

Pertama, Tumbuhkan Budaya Inovasi. Berikan ruang yang terbuka bagi setiap anggota team untuk menyampaikan gagasan baru atau ide ide kreatif dalam rangka mencapai target yang telah ditetapkan, dorong mereka untuk keluar dari cara lama dan menemukan cara cara baru yang dapat dilakukan. Hargailah setiap gagasan baru yang muncul. Ingat kata Albert Einstein, “hanya orang gila yang ingin mendapatkan hasil yang berbeda tapi tetap menggunakan cara lama”. Selanjutnya dukunglah team Anda untuk melaksanakan cara cara baru yang mereka putuskan. Hal ini akan menumbuhkan suasana terbuka, rasa memiliki, dan percaya diri.

Kedua, Bangun Kolaborasi. Pastikan setiap anggota team bekerjasama, saling bantu, saling menguatkan dengan potensi dan kelebihannya masing masing. Dengan demikian akan tercipta sinergi dan ikatan hati yang kuat diantara anggota, tumbuhkan kesadaran bahwa setiap anggota team ibarat satu tubuh yang punya peran masing masing tapi merupakan satu kesatuan yang utuh. Kolaborasi adalah kekuatan yang ampuh untuk menaklukan segala tantangan yang dihadapi oleh team

Ketiga, Komunikasi yang efektif. Komunikasi sangat penting untuk membangun team yang kuat. Para pemimpin besar memberikan motivasi, dorongan, dan inspirasi. Mereka juga melatih orang, berbagi ide baru dan bernegosiasi. Semua Kegiatan tersebut memiliki satu kesamaan, yaitu untuk melakukannya membutuhkan adanya komunikasi yang baik. Terbukalah dengan team Anda dan jadilah pendangar yang baik, mendengarkan merupakan salah satu keterampilan sangat penting yang harus Anda asah, keterampilan ini akan menguatkan soliditas team Anda. Baca juga: Teknik Mendengarkan Aktif dalam Komunikasi dan 3 Keterampilan Komunikasi Pemimpin Hebat

Ketiga hal ini, inovasi, kolaborasi, dan komunikasi yang efektif harus terus ditumbuh kembangkan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi terbentuknya team yang hebat dan memiliki motivasi tinggi. Kondisi ini akan melahirkan leader leader yang siap menjadi penggerak dan berkinerja tinggi. Demikian, semoga bermanfaat.

Ukuran Kebahagiaan

Kita akan mendapatkan apa yang kita mau memperjuangkannya, ada harga yang harus dibayar untuk setiap kesuksesan yang kita raih. Tidak ada yang kebetulan. Ada sebab ada akibat, ada aksi ada reaksi, demikialah alam mengajarkan kepada kita, bahwa segela sesuatu yang kita lakukan mengandung konsekuensi, jika kita melakukan hal yang baik maka kebaikan itu akan kembali kepada kita, cepat atau lambat, menikmatinya di dunia atau di akhirat, yang jelas semuanya akan kembali kepada diri kita sendiri. Demikian pula sebaliknya, jika yang kita lakukan itu buruk maka keburukan itu akan kembali kepada kita.

Allah SWT dalam firmannya yang agung mengingatkan kepada kita, bahwa perbuatan baik dan buruk walau sebesar sebesar atom yang sangat kecil itu pasti akan di balas, semuanya tercatat dengan rapih dan kelak kita akan menerima catatan itu, catatan yang akan menjadi tanda tempat yang akan kita tinggali di alam keabadian, syurga ataukah nerakanya.

Mari kita berhenti sejenak dan memuhasabah diri kita, melihat kebelakang dalam langkah dan jauhnya perjalanan yang sudah kita tempuh, apakah semua sudah sesuai dengan kehendakNya?. Mari jujur menilai diri, lakukan evaluasi, kemudian kita memperbaiki diri agar kita menjadi orang orang yang beruntung. Jika jalan yang kita tempuh sudah benar mari lanjutkan perjalanan, namun jika salah, adalah bijak untuk kita merubah arah, belum terlambat untuk melakukannya selama jiwa masih berada dalam raganya yang fana.

Apa sebenarnya yang kita inginkan di dunia yang fana ini, apa yang kita ingin capai sebenarnya dengan kerja kerja kita? Apakah harta, jabatan, kekuasaan,… lalu jika semua itu sudah kita dapatkan apa lagi yang kita inginkan. Mari kita merenung dan bertanya pada hati kita yang murni, bukankah dari semua itu yang kita inginkan sebenarnya adalah apa yang kita sebut KEBAHAGIAAN, saya yakin kita sepakat sesungguhnya kebahagiaan hiduplah yang kita cari, semua kita ingin bahagia, inilah sebenarnya yang inginkan.

Kebahagiaan adalah sesuatu yang tidak bisa kita ukur dengan banyaknya harta, tingginya jabatan atau besarnya kekuasaan, kebahagiaan adalah anugrah yang diberikan kepada mereka yang menjalani hidupnya dengan benar. Maka kewajiban kita adalah menjadi benar, dan kebenaran itu memiliki ukuran, dan ukurannya satu saja, yaitu: apakah apa yang kita lakukan sudah sesuai dengan kehendakNya?.

Mari jadikan ukuran tersebut acuan standar dalam kita menjalani kehidupan. Mari menjadi benar. Mari menjadi pemimpin, orangtua, suami, istri, anak, sahabat, dan warga Negara yang benar. Mari berjuang untuk menjadi benar, menjadi apa yang dikehendakiNya. Semoga kita semua menjadi orang-orang yang berbahagia. “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami beri kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” – (QS 16:97)

Pesan Kehidupan Dari Aplikasi Ojek Online

Pernahkah Anda menggunakan layanan ojek online? Tahukah Anda bahwa dari aplikasi tersebut kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran yang dapat kita aplikasikan dalam kehidupan? Saat Anda memesan layanan ojek online, misalnya GoJek, ketika Anda membuka aplikasinya Anda akan disuguhnya sebuah pertanyaaan “Mau ke mana hari ini?”, Anda diminta untuk menentukan lokasi tujuan yang ingin Anda capai, selanjutnya, Anda juga diminta untuk menentukan lokasi dimana Anda akan dijemput.

Setelah lokasi tujuan dan titik penjemputan Anda tentukan lalu mengklik tombol pesan, akan muncul peta yang menunjukkan rute perjalanan yang akan Anda tempuh, nama driver dan biaya yang harus Anda bayarkan. Selanjtnya, Anda tinggal menunggu beberapa saat Abang Gojek menjemput Anda.

Apa hikmah yang bisa kita ambil? Sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut izinkan saya bertanya kepada Anda, Apa yang akan terjadi jika Anda tidak menentukan lokasi yang akan Anda tuju? Apa yang akan terjadi jika Anda tidak menentukan titik penjemputannya?. Anda pasti tahu jawabannya.

Dari aplikasi ojek online ini kita bisa belajar dua hal. Pertama, bahwa hidup ini harus memiliki tujuan yang jelas/Clear Vision, Anda harus benar benar tahu apa yang ingin anda capai satu, lima, sepuluh tahun kedepan, ingin seperti apa Anda dimasa depan, di dunia dan akhirat. Kedua, Anda juga harus tahu dimana posisi Anda sekarang, potensi apa yang Anda miliki, kekuatan dan kelemahan yang Anda punya, kemampuan apa yang harus Anda kembangkan untuk mencapai tujuan Anda.

Kedua hal tersebut akan memudahkan Anda membuat strategi yang tepat serta menentukan arah dan rute terbaik yang akan Anda lalui. Tapi ingat, Anda juga harus mau mebayar harganya dengan usaha dan pengorbanan, waktu, pikiran, tenaga dan dana. So, Sudahkan Anda menentukan Tujuan Hidup (Vision) yang ingin anda capai?. Selamat berjuang!

Teknik Mendengarkan Aktif dalam Komunikasi

Pada tulisan saya yang berjudul 3 Keterampilan Komunikasi Pemimpin Hebat saya menuliskan bahwa ada tiga keterampilan komunikasi yang wajib dimiliki, perlu dilatih dan dikembangkan agar kita memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik dan efektif. Salah satu keterampilan komunikasi tersebut adalah Keterampilan mendengarkan aktif (Active Listening).

Active listening merupakan salah satu keterampilan sangat penting yang harus Anda miliki. Keterampilan tersebut akan membantu Anda meningkatkan efektifitas pekerjaan, produktivitas, kualitas hubungan, memecahkan masalah, memastikan pemahaman, menyelesaikan konflik, dan meningkatkan akurasi informasi yang Anda terima. “The art of effective listening is essential to clear communication, and clear communication is necessary to management success”. James Cash Penney.

Setidaknya ada lima teknik yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan dan mengembangkan keterampilan mendengarkan aktif (active listening) Anda, yaitu:

1. Berikan Perhatian Sepenuhnya

perhatian penuh saat komunikasiUntuk benar-benar mendengarkan orang lain, hati dan pikiran kita harus sepenuhnya berada dalam masa sekarang (being present), bukan berada pada masa lampau atau masa yang akan datang. Pusatkan perhatian Anda sepenuhnya pada pembicara, jangan sampai perhatian Anda terbagi.

Perhatikan bahasa verbal dan non verbalnya (bahasa tubuh) pembicara. Hadapkan bahu dan kepala Anda kepada orang yang berbicara, posisi tubuh saling berhadapan menunjukkan bahwa Anda mau mendengarkan, melibatkan diri, dan berkomunikasi.

Singkirkan segala sesuatu di sekitar kita yang dapat menganggu konsentrasi selama mendengarkan. Sebagai contoh, mengatur mode silent atau menonaktifkan handphone, mematikan laptop, dan hal-hal lain yang bisa menimbulkan gangguan selama mendengarkan. Bila Anda sedang melakukan sesuatu, berhentilah. Fokus dan perhatian secara utuh pada pembicara. Jangan melakukan aktvitas lain ketika sedang mendengarkan orang lain.

2. Tunjukkan Keseriusan Anda Mendengarkan

komunikasiKeseriusan kita dalam mendengarkan akan tampak dari bahasa tubuh kita. Saat mendengarkan Beri anggukan sesekali, Beri senyuman atau ekspresi wajah lainnya yang sesuai, Condongkan badan agak ke depan, letakkan tangan Anda secara terbuka (jangan bersendekap) dan jangan sembunyikan tangan Anda (di bawah meja/di saku celana).

Dorong pembicara untuk melanjutkan perkataannya dengan memberinya sedikit komentar verbal seperti ‘iya’ atau ‘he eh’ (pastikan momennya tepat. jangan sampai memotong kata-katanya, atau diberikan terlalu sering karena bisa jadi mengindikasikan sebaliknya, Anda tidak berniat & berminat mendengarkannya)

3. Berikan Umpan Balik

Filter, asumsi, penilaian, dan keyakinan pribadi kita dapat mengubah apa yang Anda dengar. Sebagai pendengar, peran Anda adalah memahami apa yang dikatakan. Ini mungkin mengharuskan Anda untuk merenungkan apa yang dikatakan dan mengajukan pertanyaan bila ada yang belum Anda pahami atau memerlukan penjelasan lebih lanjut. Ajukan pertanyaan untuk mengklarifikasi poin-poin tertentu. “Apa maksudmu ketika kamu mengatakan …” “Apakah ini yang kamu maksud?”

4. Mendengarkan tanpa ada penghakiman

listeningDalam mendengarkan terkadang kita merasa perlu memberikan penilaian atau judgment, tetapi hal itu tidak selalu berlaku. Terkadang orang-orang yang sedang berbicara pada kita tidak selalu menginginkan penilaian, pendapat, maupun solusi dari kita. Mereka hanya butuh pendengar yang penuh dengan perhatian dan empati.

Mereka berharap bahwa kita sebagai pendengar memahami sudut pandangnya terhadap sesuatu dan berempati terhadap hal itu. Bukan mendengarkan dengan kesiapan dan bahasa tubuh untuk menimpali atau menggurui. Sisihkan dulu ego dan arogansi yang kita punya. Perhatikan dan pahami apa yang sedang mereka coba sampaikan, tanpa perlu penilaian dan penghakiman pribadi.

Jangan menyela atau memotong pembicaraaan. Biarkan pembicara menyelesaikan setiap poin yang ingin disampaikannya sebelum Anda memberi umpan balik/pertanyaan. Menyela atau memotong pembicaraan dapat membuat pembicara kesal dan dapat menghalangi pemahaman yang menyeluruh mengenai pesan yang disampaikan.

5. Beri Respon Sewajarnya

Mendengar aktif adalah sebuah cara untuk memahami dan menghargai. Kita mengumpulkan informasi dan sudut pandang dari pembicara. Oleh karenanya, jangan sampai kita menyerang pembicara atau membuatnya merasa direndahkan. Terbuka dan jujurlah dalam memberi respon, sampaikan pendapat dengan penuh hormat dan hati-hati, hargai dan perlakukan kawan bicara dengan baik

Mendengarkan tidak hanya sebatas mendengar suara orang lain, tetapi menangkap makna dan pesan yang disampaikan oleh orang tersebut. Mendengarkan dengan penuh perhatian sangat penting untuk kita bisa memahami dan menghargai sudut pandang orang lain terhadap suatu persoalan. Dengan begitu, kita akan lebih mudah menghadirkan empati serta kebijaksanaan dalam diri kita.

Mendengarkan sudah seharusnya kita lakukan dengan penuh kesadaran dan perhatian untuk dapat memahami mereka yang berbicara kepada kita. Yakinkan bahwa kita benar-benar peduli dan bukan hanya sekadar ingin tahu. Semoga teknik mendengarkan aktif ini dapat membantu kita menjadi komunikator yang lebih baik. Salam Sukses!

3 Keterampilan Komunikasi Pemimpin Hebat

Stehen R. Covey dalam bukunya the 7 Habits Highly Effective People mengatakan bahwa komunikasi merupakan keterampilan paling penting dalam kehidupan. Kita mengahabiskan sebagian besar waktu kita untuk berkomunikasi. Kita mungkin sepakat bahwa betapapun berbakatnya seseorang, betapapun bagusnya sebuah ide dan betapapun unggulnya sebuah produk yang Anda miliki tidak akan berarti jika Anda tidak mampu mengkomunikasikannya dengan baik.

Siapapun Anda, apapun profesi dan jabatan yang Anda miliki keterampilan komunikasi yang baik wajib Anda miliki. Keterampilan komunikasi merupakan keterampilan hidup yang harus dikuasai oleh siapapun yang ingin meraih kesuksesan. Bagi seorang pemimpin, komunikasi adalah alat untuk membangun ikatan yang kuat dengan orang-orang yang dipimpinnya, memberikan inspirasi, dan meningkatkan motivasi bukan hanya untuk menyampaikan informasi. Komunikasi sangat penting untuk membangun keselarsan gerak tim dan melaksanakan strategi.

Para pemimpin besar memberikan motivasi, dorongan, dan inspirasi. Mereka juga melatih orang, berbagi ide baru dan bernegosiasi. Semua Kegiatan ini memiliki satu kesamaan, semuanya membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik. Berikut ini ada tiga keterampilan komunikasi yang dapat Anda praktekkan untuk membangun atau mengembangkan keterampilan komunikasi Anda, yaitu:

1. Keterampilan mendengarkan aktif (Active Listening)

keterampilan active listeningPemimpin yang efektif adalah pendengar yang baik. S.R Levine & M.A. Crom dalam buku The Leader in You: How to Win Friends, Influence People, And Succeed in A Changing World menulis bahwa keterampilan “mendengarkan” adalah keterampilan yang paling penting dari semua keterampilan berkomunikasi yang ada. Tuhan memberikan kita dua buah telinga, namun hanya satu lidah, ini merupakan petunjuk bahwa kita harus lebih banyak mendengarkan daripada berbicara.

Mendengarkan merupakan salah satu karakteristik pemimpin yang melayani. Mendengarkan merupakan metode untuk menerima pesan, dengan itu kita akan memperoleh cukup informasi untuk membuat keputusan. Dengan menjadi pendengar yang baik kita akan memperoleh pemahaman atas pesan-pesan yang dikomunikasikan kepada kita oleh lawan bicara kita. Dengan mendengarkan secara aktif kita akan mendapatkan respek dan disukai oleh orang orang yang kita pimpin. “The most basic of all human needs is the need to understand and be understood. The best way to understand people is to listen to them”. Ralph Nichols

2. Keterampilan Komunikasi Verbal dan non Verbal

kkomunikasi verbal dan nonverbalKomunikasi verbal adalah komunikasi yang disampaikan dengan cara tertulis atau lisan. Komunikasi verbal menempati porsi yang besar dalam komunikasi karena pada kenyataannya ide, pemikiran atau keputusan disampaikan secara verbal. Komunikasi non verbal adalah komunikasi yang disampaikan dengan menggunakan bahasa tubuh atau body language.

Bentuk komunikasi non verbal di antaranya adalah bahasa isyarat, ekspresi wajah, symbol, penampilan, warna dan intonasi suara. Komunikasi non verbal memberikan pengaruh yang sangat kuat terhadap komunikasi verbal Anda. Orang akan mengetahui apakah anda peduli, berempati, berbohong, atau respek hanya dengan melihat bahasa tubuh (body language) Anda. Untuk mencapai tujuan komunikasi yang positif pastikan kata kata dan bahasa tubuh Anda selaras dan positif.

3. Keterampilan Bertanya

keterampilan bertanyaMenurut Marshal Goldsmith, seorang ahli di bidang kepemimpinan dan manajemen asal Amerika Serikat,pemimpin yang efektif adalah seseorang yang konsisten mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan umpan balik dan meminta timnya menemukan ide ide baru. Seorang pemimpin perlu senantiasa menstimulasi timnya untuk mendapatkan ide, pendapat, dan saran yang berarti. Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh seorang pemimpin, mulai dari survey kepuasan karyawan,kontak telpon, email, dan tentunya dialog tatap muka.

Mulailah menahan diri agar tidak selalu memberikan jawaban. Sebaliknya biasakan mengajukan pertanyaan pertanyaan terbuka untuk membantu anggota tim agar mampu mengatikulasikan tujuan mereka dan menantang mereka menemukan solusinya sendiri. Dengan demikian, Anda bukan lagi sebagai seorang yang dominan, tetapi lebih menjadi pemimpin yang dekat dan dapat diajak bicara, serta mengatalisasi anggota tim untuk selalu berkembang.

Tiga keterampilan komunikasi tersebut wajib Anda dimiliki, jika Anda belum memilikinya atau menguasainya dengan baik tak usah berkecil hati, cukup luangkan waktu setiap hari untuk belajar, membaca, dan berlatih keterampilan komunikasi tersebut. Dengan terus berlatih Anda pasti akan menguasainya dengan baik.

Terimakasih telah membaca artikel ini sampai selesai, jika Ada pertanyaan atau masukan terkait artikel ini silahkan Anda tuliskan di kolom komentar yang tersedia di bagian bawah artikel ini. Semoga bermanfaat

Pentingnya Menciptakan Budaya Inovasi di Perusahaan

Tidak ada kemajuan jika kita selalu mengerjakan sesuatu dengan cara yang sama. Dalam menjalankan organisasi kita memerlukan terobosan-terobasan baru yang kita sebut inovasi. Innovation: a new method, idea, product, etc. Inovasi dibutuhkan oleh mereka yang ingin tetap bertahan, berkembang dan terus tumbuh di era teknologi informasi yang berkembang sangat pesat, era dimana perubahan bisa terjadi begitu cepat, ambigu, sangat kompleks dan bisa terjadi tiba –tiba yang kita sebut dengan istilah VUCA, singkatan dari Volatile (bergejolak), Uncertain (tidak pasti),Complex (kompleks), dan Ambigue (tidak jelas).

Let’s Change Or Lose

nokiaDuring the press conference to announce NOKIA being acquired by Microsoft, Nokia CEO ended his speech saying this “we didn’t do anything wrong, but somehow, we lost”. Upon saying that, all his management team, himself included, teared sadly. ” Kami tak melakukan kesalahan apa-apa, tapi bagaimana kami bisa kalah.” Itu kata-kata terakhir dari CEO Nokia, Stephen Elop setelah mengumumkan perusahaan raksasa ponsel itu dibeli oleh Microsoft dengan harga 7,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 79 triliun.

Nokia, salah satu raja pembuat ponsel sebelumnya tidak menyangka mereka akan lumpuh dalam waktu yang sangat singkat. Namun apa yang menyebabkan Nokia lumpuh dengan begitu parah sekali. Mereka memang tidak membuat kesalahan. Tapi kekeliruan mereka adalah terlalu nyaman sehingga lupa untuk berubah seiring dengan tren masa kini. Akibatnya, perusahaan mereka dipangkas oleh pesaing dengan begitu cepat sekali.

Ketika perusahaan produsen ponsel lain sedang sibuk mengeluarkan ponsel Android yang baru, Nokia masih nyaman dengan ponsel-ponsel Symbian mereka. Dan akhirnya mereka yang jadi pecundang. Coba bayangkan apa akan terjadi jika Nokia dengan segera mengeluarkan ponsel Android ketika sistem operasi buatan Google itu booming? Tentu perusahaan mereka masih hidup hingga sekarang, dan mungkin makin bertambah perkasa.

Satu pelajaran paling penting dalam kisah kejatuhan Nokia ini adalah: ” Jika Anda tidak berubah seiring dengan perkembangan waktu, Anda akan keluar dari kompetisi.” Kisah kejatuhan Nokia ini patut dijadikan pelajaran, tidak hanya untuk perusahaan-perusahaan di luar sana, bahkan untuk individu sendiri.

Tetapi berubah tidak selalu berarti meniru cara orang lain berubah. Kita mungkin dapat menciptakan cara kita sendiri yang sesuai dengan situasi sekeliling, asalkan kita tidak berada di jalur lama.

Menciptakan Budaya Inovasi di Perusahaan

Innovation rescueSetidaknya ada 3 hal yang perlu dilakukan agar aura inovasi terasa di perusahaan Anda. Pertama, tumbuhkan 5 keahlian dasar inovasi yaitu associating, observing, experimenting, questioning dan networking. Setiap orang dibiasakan untuk associating (menghubungkan satu ide dengan ide lain untuk menghasilkan ide baru yang hebat).

Selain itu, kebiasaan mengamati dan melakukan ujicoba harus diberi ruang yang luas. Kebiasaan bertanya menjadi hal yang biasa, tanpa dilabeli “kepo,” cerewet dan label negatif lainnya. Dorong semua karyawan untuk memiliki jaringan yang luas dan aktif di berbagai komunitas agar ide-ide yang berbeda, unik dan baru terbiasa ada di dalam pikiran semua orang.

Kedua, selalu berpikir kedepan. Terlalu bangga dengan keberhasilan dimasa lalu dan hari ini akan mematikan kreativitas dan sulit memunculkan inovasi. Marshall Goldsmith pernah berpesan “What got you here, won’t got you there…” Sembari terus menerus melakukan yang terbaik kita perlu membiasakan diri bertanya “apa yang akan terjadi 5 atau 10 tahun yang akan datang ya? Terobosan apa yang perlu kita lakukan untuk mengantisipasi kejadian tersebut?”

Ketiga, syukuri dan rayakan. Setiap inovasi pasti ada peluang berhasil dan peluang gagal. Rayakan setiap keberhasilan sebagai bentuk rasa syukur kita. Jangan lupa rayakan pula setiap kegagalan sebagai komitmen bahwa kita tetap bersabar dan akan terus berinovasi. Tidak kapok, tidak mau berhenti dan terus berinovasi.

Teruslah berinovasi atau Anda terlempar dari kompetisi. Pastikan, lingkungan kerja Anda penuh dengan aura inovasi.

Training Capacity Building Bagi Pengelola, Kader BKB dan PLKB BKKBN Lampung

Keberadaan suatu organisasi sangat didukung adanya tiga pilar utama agar dapat berjalan dengan baik. Tiga pilar itu terdiri dari keberadaan SDM yang baik, sistem penataan organisasi yang baik, serta proses bisnis yang biasanya dianggap sebagai target capaian organisasi dalam visi-misi.

Aspek Sumber Daya Manusia (SDM) baik dari sisi kuantitas maupun kualitas dapat dilihat dari sisi knowledge, skill, dan attitude. Dari sini tentu dapat difahami bahwa capacity building adalah proses meningkatkankemampuan pengetahuan dan keterampilan, serta sikap dan perilaku.

teambuildingHarus disadari bahwa berkembang tidaknya suatu organisasi sangat dipengaruhi adanya kepedulian dan kualitas SDM dalam menggerakkan organisasi. Dengan demikian, proses peningkatan kapasitas (capacity building) dan pembangunan karakter (caracter building) SDM menjadi hal yang mutlak dilakukan.

Dalam proses peningkatan kapasitas tentu dapat dilakukan dengan beragam cara, baik melalui pendidikan dan pelatihan (Diklat) berbasis kompetensi, pembinaan pola karir yang jelas, tugas belajar, dan outbond atau pola permainan, yang kesemuanya itu untuk meningkatkan performa SDM organisasi dalam menjalankan tugasnya. Oleh karenanya, pengembangan kapasitas sangat terkait dengan kemampuan SDM, kemampuan institusi, dan kemampuan sistem organisasi.

Dalam rangka peningkatan kapasitas (Capacity Building) Sumber Daya Manusia, BKKBN Provinsi Lampung bekerjasama dengan tim trainer TRUSTCO Bina Nusantara menyelenggarakan agenda Training Capacity Building bagi pengelola, kader BKB dan PLKB di lingkungan BKKBN provinsi lampung, 3-5 Agustus 2017 di Tanjung Putus, Lampung.